Saturday, May 10, 2008


Teknologi Informasi

Diary yang Diakses di Seluruh Dunia..

(Kompas Daily,January 10,2007)

by: Yulvianus Harjono

Debbie (20), mahasiswa Arsitektur Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Bandung, itu sesugguhnya tidak pernah sekalipun menyukai dunia tulis menulis. Apalagi, catatan harian. Namun, justru melalui weblog, mahasiswi semester pertama yang dikenal tomboi ini melakukan semua itu.

”Kalau menulis sih tidak akan suka. Tetapi, kalau mengetik, lain lagi. Kalau lewat blog seperti ini, selain menarik, lebih nyata. Teman-teman bisa ngomentarin. Memang sih tidak seluruh hal atau kejadian gue tulis. Tergantung pas mood aja atau ada kejadian spesial,” seloroh cewek asal Malang, Jawa Timur, ini saat ditemui di Warnet GreenHerb, Dipati Ukur, kemarin.

Memanfaatkan fitur blog gratis yang tersedia di open source pencari teman paling laris, Friendster, Debbie bisa menghabiskan hari-harinya dari warnet ke warnet sekedar untuk curhat, berbagi cerita, ataupun menumpahkan unek-uneknya. Tidak peduli jika isi tulisan atau fotonya yang di-posting di blog pribadi ini bisa diketahui luas, bahkan di seluruh penjuru dunia.

Meski demikian, bukan berarti bloggers (pemakai blog) tidak memiliki ”rem” dalam menumpahkan berbagai materi ke dalam blog. Dengan potensi publikasi yang demikian luas dan terbuka, sejumlah bloggers memilih selektif. Meski konsep blog sebetulnya bersifat pribadi, tidak semua hal privat bisa di-upload begitu saja.

”Untuk urusan yang satu ini, aku sungguh sangat hati-hati. Hal-hal penting yang sangat pribadi, tentu tidak akan dimasukkan. Apalagi, friends (jaringan pengunjung blog) aku kan sampai ratusan. Kalau hal yang pribadi yang sifatnya umum, misal marahan dengan pacar, masih bisalah. Ini kan bisa ngundang masukan untuk solusi,” tutur Yuli (18), lulusan SMAN 1 Cileunyi.

Lain lagi dengan yang dilakukan Ventry (18), siswi SMA Taruna Bakti Bandung. Gadis bertubuh mungil ini memilih secure dengan tidak menghubungkan situs blog-nya degan mesin pencari teman semacam Friendster. Untuk itu, ia pun sengaja memilih open source Weblog. Penyedia blog yang tidak bersifat interkoneksi open portal.

Tidak hanya itu. Bahkan, ia pun sengaja tidak menyamakan identitas (alamat) weblog sesuai dengan namanya. Sebagai sandi, identitasnya diganti menjadi sebuah makanan kesukaannya. Tidak lazimnya bloggers, strategi ini dilakukannya untuk menghindarkan diri dari lacakan mesin dahsyat pencari website semacam Google, Yahoo, ataupun MSN.

”Biar aman, gue sengaja memberi tahu alamat blog hanya kepada orang-orang yang berkepentingan kaya sobat dan kakak gue yang di Jakarta. Mereka tidak lebih dari enam orang. Supaya leluasa aja numpahin unek-unek pribadi,” tukas Ventry kemudian.

Pentingnya kerahasiaan

Bagi Ventry, keberadaan blog ini betul-betul layaknya diary (buku harian) maya. Kebetulan, ia pun juga memiliki diary sungguhan. Sehingga, ia pun betul-betul tahu dan membutuhkan yang namanya privasi. Ini membuktikan, kerahasiaan dan hal sangat pribadi, tetaplah teramat penting meski eksistensi blog sesungguhnya justru cenderung menafikan itu.

Seperti yang dituturkan pakar ilmu teknologi informasi sekaligus pendiri situs ilmukomputer.com Romi Satria Wahono, weblog merupakan salah satu media terunggul dalam kepentingan sharing manajemen pengetahuan (knowledge manajement).

Sebagai salah media tercepat saat ini, blog bahkan bisa mengalahkan fungsi media massa konvensional semacam televisi sekalipun. Ilmu pengetahuan, unek-unek pribadi, sampai video klip melalui komunikasi dua arah tersaji mudah dan luas melintasi batas negara dan waktu lewat media bernama Blog.(Kompas Daily Copyright)

No comments: